Minggu, 28 April 2013

Alfred Marshal


Elastisitas

Ilmu ekonomi biasanya dipandang sebagai ilmu teoritis dan sangat sulit bila diterapkan di dunia nyata. Namun apabila kita belajar lebih dalam lagi tentang ekonomi, ternyata ilmu yang satu ini sangat mudah bila diterapkan di kehidupan sehari-hari lohhh..
Misalnya saja konsep elastisitas. Biasanya elastisitas yang kita pelajari hanya unutk mengukur suatu barang dengan menghitungnya menggunakan rumus yang membuat kita bingung. Namun, sebenarnya mungkin nggak sih kalau konsep elastisitas diterapkan dalam kasus lain contohnya sebuah hubungan?
Pasti bisa !!!
Konsep elastisitas ini ditemukan oleh Alfred Marshal, beliau merupakan pendiri dari mazhab Cambridge dan sangat terkenal dengan kontribusinya pada bidang ilmu ekonomi diagram. Kalau kita sering lihat adanya kurva penawaran dan permintaan serta titik-titik keseimbagannya ya beliau itu yang pertama kali menggambarkannya.
Konsep elastisitasnya dapat kita jumpai disemua mata pelajaran ekonomi khususnya pengantar ilmu ekonomi dan ekonomi mikro.  Marshal menjelaskan bahwa semua hubungan ekonomi adalah hubungan sebab akibat. Gagasan elastisitas berusaha memastikan berapa banyak akibat yang dihasilkan oleh sebab tertentu. Ada beberapa jenis elastisitas antara lain :
1.       Elastis
Jika beberapa sebab kecil mengakibatkan akibat yang lebih besar berarti hubungan tersebut dikatakan elastis. Bila kita kaitkan dengan sebuah hubungan pacaran, apabila ada masalah kecil mengakibatkan pertengkaran hebat sampai jambak-jambakan, lempar-lemparan itu berarti hubungan pacaran tersebut bersifat elastis.
2.       Tidak elastis
Apabila sebab kecil menghasilkan akibat kecil hubungan tersebut bersifat tidak elastis. Jika masalah yang agak besar tetapi mengakibatkan pertengkaran kecil berarti hubungan pacaran bertipe tidak elastis.
3.       Elastis unitary
Dikatakan elastis unitary apabila sebab kecil menghasilkan akibat yang kecil juga. Sebuah hubungan dengan masalah kecil dan membuat pertengkaran kecil hubungannya bersifat elastis unitary.
4.       Elastis sempurna
Hubungan pacaran dapat dikatakan elsatis sempurna apabila masalah kecil atau besar yang berada pada satu titik saja tidak akan mempengaruhi pertengakaran/akibat apapaun. Tetapi apabila kadar masalah tersebut naik sedikit saja makan akan terjadi pertengakaran yang tidak terduga dan hubungan tersebut besar kemungkinannya untuk putus.
5.       Elastis tidak sempurna
Pertengkaran tetap berada pada satu titik meskipun dengan seberapa banyak masalah.  Namun jika tingkat pertengkaran naik sedikit hubungan tersebut juga besar kemungkinannya untuk putus.
Nah ellastisitas mana sih yang paling baik bagi sebuah hubungan pacaran ? tergantung pada sebabnya. Apabila sebab itu bersifat baik sebaiknya memilih jenis hubungan yang elastis. Jika  sebabnya buruk sebaiknya memilih jenis hubungan yang tidak elastis. Namun, jika ingin berda dalam zona aman jenis elastisitas unitary dapat menjadi pilihan yang tepat.
So,, hubunganmu cocok sama elastisitas yang mana ? (rodhiah).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar