Sabtu, 04 Mei 2013

Inilah Hidup ala Mikro dan Makro



Jika kita memandang hidup secara mikro, maka kita hanya akan menemukan diri kita sendiri. Hanya lingkar diri kita saja yang kita lihat. Efeknya kita akan menganggap bahwa kitalah yang paling hebat, paling keren, paling oke, paling pintar dan paling . . . paling yang lain. Intinya jika kita memandang hidup ini secara sempit kita akan terus membanggakan diri kita sendiri. Nyaman dengan semua yang ada dan perolehan yang telah di dapat. Bahayanya sudut pandang ini dapat menjerumuskan kita pada kesombongan. Padahal Allah pun berfirman dalam QS : Luqman ayat 18 yang berbunyi, “Janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia karena sombong dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Sedangkan jika kita memandang hidup ini dari sudut pandang makro, kita akan memandang hidup ini secara agregat atau keseluruhan tidak secara parsial. Dengan begitu kita akan melihat lingkungan hidup yang lebih luas tidak hanya lingkar diri kita saja yang kita lihat. Tetapi akan ada aku, dia, kita, kami dan mereka. Kita akan menyadari bahwa manusia tidak akan mampu hidup sendiri tanpa bantuan manusia lainnya. Kita pun akan melihat bahwa diri kita belum ada apa-apanya, masih banyak orang-orang yang lebih hebat dari kita dan kita akan sadar bahwa kita harus dan senantiasa memperbaiki diri. Belajar, belajar dan terus belajar meningkatkan kualitas diri!