Senin, 20 Oktober 2014

Politik Indonesia dan Hubungannya Dengan Kebijakan Perekonomian Bangsa


S
ebenarnya ekonomi dan politik adalah dua hal yang sangat tidak bisa disamakan ataupun disetarakan. Keduanya sangat berbeda jalan sesuai dengan fungsi dan tujuannya masing-masing. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman telah terbukti bahwa perekonomian dan perpolitikan saling berkaitan. Oleh karena itu, ada wacana yang bermunculan untuk menjadikan ekonomi politik sebagai sistem keilmuan. Pada dasarnya, ekonomi politik oleh pemerintah dijadikan sebagai alat untuk mengatur perekonomian negara. Karena pasar dianggap tidak mampu berkembang, sehingga pemerintah merasa perlu untuk ikut serta dalam perekonomian masyarakat. Seiring berjalannya waktu statement ini ditentang karena pemerintah dianggap kurang baik untuk mengatur kegiatan ekonomi.
Di Indonesia sendiri sangatlah banyak kesimpulan  dari realita bangsa yang dapat dijadikan pelajaran dalam merumuskan peran ekonomi dan politik itu sendiri. Ekonomi adalah suatu sistem yang berhubungan dengan sistem yang lainya. Kenyataannya adalah ketika terjadi peristiwa pada salah satu sistem negara, maka sistem perekonomian akan ikut menjadi korban selanjutnya. Ketika muncul permasalahan dari bidang pendidikan, pertahanan negara, konflik, bencana alam, hingga pada masalah politik suatu negara akan berpengaruh pada sistem perekonomian suatu negara tersebut. Sedangkan menurut Negara Indonesia itu sendiri, politik adalah sesuatu hal yang dapat masuk ke berbagai bidang atau sistem misalnya seperti pendidikan, olahraga, kesehatan, perdagangan, dan masih banyak lagi. Sehingga ada istilah yang mengatakan bahwa “tidak ada celah yang menutup ruang untuk mencegah masuknya politik pada sebuah sistem di Indonesia.
Negara kita memang sama sekali tidak menganut sistem ekonomi politik, akan tetapi pemerintah yang berpolitik memiliki skala besar dalam menentukan kebijakan untuk mencapai kesejahteraan masyarakatnya. Jika dilihat dari kekayaan alamnya maka Indonesia adalah negara yang kaya dan sudah sepantasnya negara yang kaya akan sumber daya alam masyarakatnya sejahtera. Berdasarkan penelitian yang diadakan oleh lembaga international bahwa Indonesia adalah negara terkaya kedua di dunia setelah Brazil untuk urusan sumber daya alamnya. Kemudian Indonesia juga mendapatkan peringkat ke-21 dari 210 negara dalam kontribusinya terhadap minyak bumi. Maka dari itu seharusnya tidak ada alasan lagi untuk tidak mengakui bahwa Negara Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya yang berlimpah. Akan tetapi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki oleh Indonesia sama sekali tidak memberikan efek bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sangatlah banyak masyarakat yang kaya karena pendapatannya yang diperoleh cukup banyak, akan tetapi tidak sedikit pula masyarakat yang terlunta-lunta karena pendapatan yang diperoleh sangat tidak mencukupi kebutuhan mereka.
Sejak dahulu sering sekali muncul pertanyaan, “mengapa sering terjadi hal yang seperti ini?” mungkin jawaban yang paling tepat adalah sumber daya manusia belum mampu untuk mengolah secara keseluruhan sumber daya alam yang telah ada. Ada juga survei yang mengatakan bahwa Negara Indonesia termasuk dalam 9 besar negara yang memiliki mahasiswa terbanyak dan telah mengalahkan negara maju yaitu Amerika dan Jepang.
Pihak Negara memang tidak mengatur langsung perekonomian secara keseluruhan sesuai dengan pemahaman ekonomi politik, tetapi bangsa ini adalah bangsa yang mengatur kebijakan dalam upaya mensejahterakan masyarakatnya. Hal ini juga menjadi pertanyaan besar terkait dengan kebijakan pemerintah. Banyak sekali kebijakan pemerintah yang secara fakta dapat dikatakan telah merugikan masyarakat Indonesia.
Satu contoh lagi ketika munculnya persoalan tentang mobil nasional. Begitu banyak alasan dan perdebatan yang berusaha untuk menolak produk anak bangsa menjadi produk unggulan di negara sendiri. Berbeda dengan negara tetangga yaitu negara Malaysia, sangat bangga dengan mobil proton yang mereka miliki. Dengan pendapat yang mereka ajukan untuk mengolah mobil nasional, padahal dengan munculnya gagasan untuk membuat produk mobil sendiri ini dapat dijadikan sebagai batu loncatan bagi bangsa indonesia untuk berkecimpung di dunia otomotif, untuk memperbaiki image bangsa dimata negara-negara lain yang selama ini telah menganggap bahwa negara Indonesia ini belum dikatakan baik.
Sebuah pertanyaan besar yang sering muncul adalah, apakah masalah perekonomian yang kita alami selama ini terjadi karena memang indonesia yang miskin ?? ataukah politik indonesia yang telah menjadikan negaranya sendiri sangat miskin. Kepentingan pribadi dan juga golongan pemerintah yang menjadikan politik sebagai solusi perekonomian yang berimbas buruk pada masyarakat Indonesia ini. Dengan demikian, sistem perpolitikan Indonesia yang multidimensi ini tidak mendukung berkembangnya perekonomian secara umum, dan salah satu faktor yang selalu menghambat berkembangnya ekonomi masyarakat Indonesia adalah sistem perekonomian yang diselimuti dengan sistem politik yang hanya berdampak pada para tokoh politik itu saja.
Oleh karena itu, Negara Indonesia adalah negara yang memiliki mekanisme politik yang sangat kompleks yang tidak berdampak baik pada perkembangan ekonomi negara ini. Bahkan pihak yang telah memberikan kontribusinya dalam mengembangkan perekonomian bangsa Indonesia akan ikut serta  membantu para oknum didalam perjuangan politiknya. Saat ini politik tidak lagi berkontribusi pada ekonomi, akan tetapi ekonomi yang sekarang memiliki kontribusi nyata dalam perpolitikan bangsa Indonesia saat ini yang dijadikan sebagai pertahanan pemerintah terhadap kebijakan-kebijakan politik mereka terhadap kehidupan ekonomi bangsa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar