Senin, 21 April 2014

ESSENS! PPG Persempit Peluang Kerja Lulusan Kependidikan

­­­PPG Persempit Peluang Kerja Lulusan Kependidikan

            Sekarang ini banyak mahasiswa yang kuliah di kependidikan yang yang risau karena andanya PPG. Pendidikan Profesi Guru atau biasa disingkat menjadi PPG ini dipandang dapat megurangi atau mempersempit peluang kerja bagi lulusan kependidikan, dimana meraka yang awalnya tidak berminat di dunia kependidikan sekarang beralih ke dunia kependidikan karena adanya PPG yang memberikan peluang kerja bagi mereka yang lulusan non kependidikan. Sehingga dengan kondisi tersebut lulusan kependidikan yang terserap ke PPG akan lebih sedikit dibandingkan yang seharusnya. Lulusan kependidikan pesimis tentang nasib mereka setelah lulus, karena mereka berpendapat jika lulusan kependidikan akan kalah jika bersaing dengan lulusan non kependidikan dalam hal kedalaman ilmu yang dimiliki sehingga mereka tidak bisa mengikuti PPG untuk menjadi seorang guru, walau untuk ilmu pendidikan lulusan kependidikan lebih unggul. Namun sampai sekarang belum adanya jaminan bahwa PPG akan mengutamakan bagi lulusan kependidikan sehingga hal tersebut membuat risau bagi lulusan kependidikan.

Berikut adalah Tabel Analisis Kompetensi Lulusan S-1 Kependidikan dan S-1/D-IV Non Kependidikan (Kamdi 2008)
Non Kependidikan
Lulusan S-1 Kepndidikan
Lulusan S-1/ D3, IV Non Kependidikan
1. Akademik
·         Telah menguasai konsep dan landasan kependidikan
·         Telah memahami peserta didika secara baik
·         Telah menguasai bidang studi dan mampu mengamas bidang studi untuk pembelajaran
·         Telah penguasai pengetahuan tentang pembelajaran dan segaa aspeknya
·         Belum menguasai konsep dan landasan kependidikan
·         Belum memahami pesertasdidik karena tidak diprogramkan dalam kependidikan
·         Telah menguasai bidang studi secara mendalam namun belum mampu mengmas bidang studi untuk pembelajaran
·         Belum mengetahui pengetahuan tentang pembelajaran dan segala aspeknya
2.  Profesional
·         Telah memiliki kemampuan merencanakan dan melaksankan pembelajran dengan segaa aspeknya walaupun belum sempurna
·         Belum mempunyai kemampuan merencanakan dan melaksanakan pembelajaran karena tidak diprogramkan dalam pembelajaran

            Namun selain karena PPG yang memberikan peluang bagi lulusan non kependidikan patut di cermati pula kenapa mereka yang lulusan non kependidikan mau beralih ke kependidikan, hal ini dimungkin selain karena gaji PNS dan jaminan terhadap pendapatan mungkin juga di karenakan jumlah lapangan kerja di luar non kependidikan tidak dapat menyerap mereka (jumlah lapangan kerja lebih sedikit di bandingkan jumlah tenaga kerja), atau kompetisi memasuki dunia kerja yang ketat.
            Sebenarnya lulusan kependidikan tidak begitu mempermasalahkan PPG dengan melihat dari tujuan umum maupun tujuan khususnya. Apalilagi jika PPG memang mengutamakan dari lulusan kependidikan atau paling tidak ada pembagian atau kuota antara lulusan kependidikan dengan lulusan yang non kependidikan dalam seleksi untuk memasuki PPG sehingga paling tidak lulusan kependidikan tidak perlu bersaing dengan lulusan lulusan non kependidikan. Karena mahasiswa kependidikan sendiri sadar bahwa sekarang ini tututan terhadap pendidikan semakin besar, dan juga perlunya peningkatan kualitas pendidikan untuk mengimbangi andanya arus globalisasi yang semakin tak terbendung dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Berikut Tujuan umum dan Tujuan khusus dari PPG

a.       Tujuan Umum PPG sendiri adalah untuk menghasilkan para calon guru yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan serta standar nasional dalam masalah pendidikan dan untuk memperoleh sertifikat sebagai pendidik serta mengangkat harga guru sebagai orang yang profesional.

b.      Tujuan khususnya sendiri sesuai dengan permendiknas dengan nomor 8 tahun 2009, adalah untuk mengembangkan profesionaltias secara berkala dan berkelanjutan, menghasilkan guru yang memiliki berbagai kompetensi dalam pelaksanaan serta perancangannya, menilai evaluasi belajar, memberikan bimbingan serta pelatihan kepada murid ketika sedang melakukan penelitian, dan terakhir menindaklanjuti hasil penilaian dari kegiatan belajar berlangsung.

Dalam pelaksanaanya sendiri terdiri dari 11 tahap, yaitu :
1.      Menyusun rencana induk pengembangan program Pendidikan Profesi Guru (PPG)
2.      Mengembangkan standar kompetensi lulusan, kurikulum, sistem pembelajaran, dan PPL program PPHG bersama dengan jurusan dan atau program studi yang sejenis.
3.      Melaksanakan rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa program PPG
4.      Menyeleksi dan menetapkan dosen mahasiswa program PPG
5.      Melaksanakan program PPG yang bermutu
6.      Melaksanaan standarisasi sistem seleksi
7.      Melaksanakan uji kompetensi dengan melibatkan pemangku kepentingan terkait.
8.      Melaksanakan evaluasi diri dan penjaminan mutu program PPG
9.      Menjalin kerjasama dengan sekolah mitra dalam penyelenggaraan program PPG yang diwujudkan dalam nota kesepahaman.
10.  Menyeleksi calon guru pamong
11.  Melaporkan hasil uji kompetensi kepada direktur jenderal.

Pendidikan profesionalisme guru memiliki syarat dan ketetapan.
1.      Harus mempunyai kualifikasi akademik sarjana atau minimal diploma empat dari prodi atau program studi yang telah terakreditasi, kecuali untuk prodi PGPAUD dan PGSD.
2.      Mau mengajar pada satuan pendidikan yang berada dibawah naungan kementrian pendidikan nasional.

3.      Menjadi guru PNS untuk mengajar dalam satuan pendidikan yang telah diselenggarakan pemerintah daerah atau menjabat sebagai guru yang akan dipekerjakan dengan satuan pendidikan namun yang menyelenggarakan adalah masyarakat. Guru non PNS sebagai guru tetap dalam naungan yayasan, memiliki NUPTK dan memiliki masa kerja minimal lima tahun sebagai guru. 

Jumat, 11 April 2014

SOON! FSE (Forum Studi Ekonomi)

Kalian tahu tidak, ada acara FSE dari Himpunan Pendidikan Ekonomi loh...

Ngomong-ngomong, sudah pada tahu belum FSE itu apa? 

Iya, FSE memang singkatan dari Forum Studi Ekonomi, lebih jelasnya lagi nih.. FSE itu merupakan kegiatan yang mirip seperti seminar kecil yang dilaksanakan 3 kali setiap tahunnya. FSE sendiri selalu mengambil tema-tema yang up to date tentang ekonomi maupun pendidikan. Biasanya, FSE akan mendatangkan dua pembicara berkompeten juga keren yang akan membahas tuntas isu-isu sesuai dengan tema FSE yang sedang di selenggarakan.

Nah, FSE kan diadakan tiga kali (masih ingat dong ya) jadi yang pertama kali ini akan membahas...


Tuh.. temanya aja udah menggelitik minat kan? Pasti udah ada ide-ide yang terbersit sewaktu baca tema acaranya kan? Pasti dong.. kan yang baca orang keren :D

Tenang aja, di acara dari HMPE ini kalian pasti akan mendapatkan Ilmu, Pengalaman, Teman baru, Sertifikat, dan tentu saja Snack! :D

Jadi tunggu apalagi? 

Yuk ikutan acara ini :D


Satu Rasa, Kreasikan Karya
HMPE UNY

Senin, 20 Januari 2014

[UPDATE] PENGUMUMAN

ALUR PERWALIAN SEMESTER GENAP 2014 MAHASISWA NON BIDIK MISI




INFO JADWAL




BAGI MAHASISWA ANGKATAN 2013 YANG DATA PRIBADINYA DI SIAKAD ATAU REGISTRASI UNY SALAH




JADWAL PEMBAYARAN KKN-PPL 2014



PERWALIAN BAGI MAHASISWA YANG SUDAH LULUS UJIAN SKRIPSI NAMUN BELUM WISUDA DAN MAHASISWA YANG TINGGAL MENGAMBIL SKRIPSI



Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya. Semoga bermanfaat.

[UPDATE] Jadwal Perwalian Semester Genap TA 2013/2014



JADWAL PERWALIAN MAHASISWA
JURUSAN/PRODI PENDIDIKAN EKONOMI
SEMESTER GENAP TA 2013/2014



Hari & Tanggal
Jam
Dosen PA
Senin, 3 Feb 2014
07.30 – 09.30 WIB
Aula Ahmad Hafidz, M.Si 
09.00 – 11.00 WIB
Kiromim Baroroh, M.Pd
10.30 – 12.30 WIB
Dr. Endang Mulyani
12.00 – 14.00 WIB
Maimun Sholeh, M.Sc &
Sri Sumardiningsih, M.Si
  Selasa, 4 Feb 2014
07.30 – 09.30 WIB
Ali Muhson, M.Pd.
09.00 – 11.00 WIB
Bambang Suprayitno, M.Sc.
10.30 – 12.30 WIB
Dr. Sukidjo, M.Pd
12.00 – 14.00 WIB
Mustofa, M.Sc.
Rabu, 5 Feb 2014
07.30 – 09.30 WIB
Losina Purnastuti, M.Ec, Dev., Ph.D
09.00 – 11.00 WIB
Daru Wahyuni, M.Si  (Angkatan 2010 & 2008)
10.30 – 12.30 WIB
Drs. Suwarno
12.00 – 14.00 WIB
Tejo Nurseto. M.Pd 
Kamis, 6  Feb 2013
07.30 – 09.30 WIB
Daru Wahyuni, M.Si  (Angkatan 2013
Bidik Misi) & Ngadiyono, S.Pd
09.00 – 11.00 WIB
Barkah Lestari, M.Pd
10.30 – 12.30 WIB
Dr. Sugiharsono, M.Si
12.00 – 14.00 WIB
Supriyanto, M.M

 Konsultasi KRS dilaksanakan di Ruang Jurusan Pendidikan Ekonomi




                                                                                                                              Yogyakarta, 13 Januari 2014
                                                                                                                   Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi




                                                                                                                                       Daru Wahyuni, M.Si
                                                                                                                              NIP: 19681109 199403 2 001


 Catatan : Bila ingin melakukan perwalian di luar jadwal tersebut, harap menghubungi dosen PA masing-masing. Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

Minggu, 19 Januari 2014

JADWAL PENTING SEMESTER GENAP 2013/2014

  • Jadwal Herregistrasi Mahasiswa Semester Genap 2013/2014
  1. Pembayaran SPP dimulai dari tanggal 20 Januari - 5 Februari 2014,
  2. Perwalian, Konsultasi Pengisian KRS dan Entry melalui SIAKAD dimulai dari tanggal 21 Januari - 7 Februari 2014,
  3. Pengajuan Cuti Kuliah dimulai dari tanggal 2 Januari - 7 Februari 2014,
  4. Pembatalan Mata Kuliah dimulai dari tanggal 24 - 28 Februari 2014.
  • Pengesahan KTM dalam SIREG untuk Semester Genap 2013/2014 untuk angkatan 2013 (WAJIB : sebagai bukti keaktifan) dimulai dari tanggal 22 Januari - 7 Februari 2014, Pukul 08.30 - 14.00, bertempat di Registrasi UNY Unit I Rektorat.
  • Terhitung mulai Semester Genap 2013/2014 Mahasiswa angkatan 2012 akan dibuatkan KTM berbarcode yang dibuatkan oleh UNY, dilaksanakan tanggal 10 - 14 Februari 2014, pukul 08.30 - 14.00, bertempat di Registrasi UNY Unit I Rektorat.

Itu tadi beberapa informasi penting terkait dengan akademik FE UNY dan semoga bermanfaat, juga selamat liburan teman-teman Pendidikan Ekonomi :D

Sabtu, 18 Januari 2014

Spesies baru : "Cabe-Cabean"

Source

Di Indonesia yang kaya akan kata slangnya, sewaktu menjelang tahun 2014 sampai sekarang, ada yang lagi nge-hits banget lho selain Farhat Abas. Setelah "spesies" narsis, alay, jablay, dan lebay, muncul lagi nih satu yang baru. Hebatnya, "spesies baru" yang disinyalir hasil perkawinan silang Alay dan Narsis ini bisa menyaingi sensasinya Om Farhat. Heboh dan menjadi tren mutakhir di kalangan remaja saat ini. Namanya, Cabe-cabean.

Istilah terbaru ini tidak jelas siapa yang mempopulerkannya dan juga apa pengertian resmi dan baku dari "spesies" ini. Istilah cabe-cabean tiba-tiba saja menyebar secara virtual dan dikenal karena dianggap mencerminkan sejumlah remaja sekarang. Umumnya, cabe-cabean ini digunakan untuk menggambarkan gadis belia yang biasanya berperawakan seksi, berprilaku serba nyeleneh, dan identik dengan keluyuran malam hari, dunia balap liar, dan tempat hiburan malam.

Sebenarnya kata 'cabe' di sini merupakan singkatan dari 'cewek alay bisa ehem'. Gadis cabe-cabean ini sering dikaitkan dengan cewek ABG usia SMP sampai SMA yang biasanya terlibat dalam sebuah balapan liar. Mereka sih tidak ikut dalam balap liar itu, tapi kehadiran mereka di sana terkadang justru dijadikan sebagai bahan taruhan. Cabe-cabean yang sering nongkrong di arena balap liar, biasanya memiliki beberapa motif, ada yang ingin mencari cowok keren plus motor kerennya, ada yang cuma sebagai hiburan, adapula yang memang suka dan tertarik dengan balap liar.

Istilah cabe-cabean sendiri pertama kali muncul di Jakarta, yang akhirnya berkembang dan menyebar ke berbagai daerah. Tempat nongkrong cabe-cabean ini sendiri juga berkembang. Tidak melulu di arena balap liar saja, tapi juga bisa di bengkel-bengkel motor modifikasi, atau di tempat-tempat nongkrong yang lagi hits.

Kelakuan para cabe-cabean ini sebenarnya sudah membuat prihatin masyarakat karena para gadis belia yang seharusnya memperhatikan sekolah dan belajar dengan baik malah memaksakan tren yang tak patut. Dan mereka harus segera diselamatkan. Sampai-sampai rapper muda bernama Young Lex (21 tahun) menggugah tentang kategori cabe-cabean di situs Youtube.

Ada 10 ciri yang masuk sebagai kategori cabe-cabean. Yaitu memakai behel untuk bergaya, malam Minggu memakai make up, boncengan motor bertiga atau bahkan berempat plus suka kebut-kebutan, segala sesuatu harus update dan kalau ke sekolah memakai rok di atas perut, punya 3B (Behel, Blackberry, Black Menthol a.k.a mereka ngerokok), sering teriak cabe seperti maling teriak maling, dandan pake dress juga high heels tapi perginya ke pasar malam, kalau pacaran di jembatan atau fly over, tidak terima keadaan jadi suka pakai efek kamera 360, yang terakhir sih memakai baju ketat plus celana pendek saat naik motor.

Young Lex sendiri memelopori adanya #prayforCABECABEan di Twitter. Versinya, cabe-cabean merupakan sesuatu yang sangat fenomenal.

Source: Koran Minggu Pagi No 41 TH 66 Minggu II Januari 2014 (dengan sedikit banyak perubahan)

(Azka)

Senin, 18 November 2013

Pengelolaan Resiko Fiskal

Risiko Fiskal adalah segala sesuatu yang di masa mendatang dapat menimbulkan tekanan fiskal terhadap APBN (Nota Keuangan dan RAPBN 2014). Jadi, pemerintah dalam hal ini adalah Kementrian Keuangan, untuk mengatasi risiko fiskal yang mungkin terjadi telah membentuk Pusat Pengelolaan Risiko Fiskal (PPRF) pada tahun 2006. PPRF dibentuk atas usul dari IMF. Pada tahun 2006 ada asisten dari IMF yang menyarankan agar pemerintah membangun pengelolaan risiko fiskal. Agar terjadi adanya transparansi keuangan.

Sumber Risiko Fiskal :
a. Perubahan kondisi ekonomi makro
Deviasi kondisi ekonomi makro dengan asumsi yang digunakan pada saaat penyusunan APBN / APBD menyebabkan perbedaan realisasi penerimaan dan pengeluaran dalam APBN / APBD.
b. Kewajiban Kontinjensi
Kewajiban kontinjensi merupakan kewajiban yang timbulnya tergantung kepada suatu kejadian yang belum pasti terjadi
Tujuan Pengelolaan Risiko Fiskal :
a. Transparansi
Menciptakan keterbukaan tentang posisi fiskal Pemerintah. Transparansi fiskal adalah tujuan utama dari pengelolaan risiko fiskal.
b. Kesinambungan Fiskal
Kemampuan Pemerintah untuk mempertahankan kebijakan-kebijakan fiskalnya secara terus-menerus dengan tetap menjaga posisi keuangannya dalam keadaan solvent.

Fungsi Utama PRRF :
Dalam melaksanakan tugas, Pusat  Pengelolaan Risiko Fiskal berfungsi :
a. Merumuskan rekomendasi kebijakan pengelolaan risiko fiskal dan kelayakan pemberian dukungan pemerintah, serta penyiapan bahan negosiasi dan perjanjian kerja sama.
b. Mengnalisis dan mengevaluasi pengelolaan risiko ekonomi, keuangan dan sosial, risiko BUMN dan risiko dukungan pemerintah.
c. Menganalisis dan mengevaluasi pengelolaan risiko fiskal terhadap pelaksanaan Public Service Obligation, penyertaan modal negara, restrukturisasi dan privatisasi BUMN.
d. Menganalisis dan mengevaluasi terhadap kelayakan permintaan dukungan pemerintah atas pelaksanaan kerja sama penyediaan infrastruktur.
e. Menyusun bahan Nota Keuangan dan RAPBN, Laporan Semester I dan Prognosa Semester II pelaksanaan APBN, RAPBN Perubahan, bahan Pidato dan Lampiran Pidato Presiden, Jawaban Pemerintah atas pertanyaan DPR dan DPD, jawaban pertanyaan dan bahan konsultasi dengan Lembaga Internasional dan Regional di bidang pengelolaan risiko fiscal.

f. Menyiapkan bahan, penelaahan dan penyusunan rancangan peraturan di bidang pengelolaan risiko fiskal.