Jumat, 15 November 2013

HMPE as.. Ormawa Ter-administratif :)

HMPE rumah yang yahud...


















Halo sobat ekonom semua, lama nih ga posting. Hehehe

Oia dalam postingan kali ini kita punya yang spesial nih, pasalnya kita kemarin tanggal 15 November 2013 menjadi pemenang dalam ajang DPM Awards yang diadakan oleh DPM FE UNY di Auditorium FE-UNY. Wah senang ya jadi juara.

Dalam event kali ini HMPE menjadi juara dalam kategori ORMAWA ter-Administratif. Hal ini tidak akan tercapai tanpa adanya kerjasama yang baik antar anggota HMPE, terutama sekertaris (Mba Ifa dan Himma) kalian hebat euy. Administrasi hampir ga ada yang miss. Tiap ada surat masuk maupun keluar pasti dicatat dengan segera sehingga semuanya ada dengan rapi di dalam arsip yang dimiliki oleh HMPE.

Kita juga patut berbangga masuk dalam 2 nominasi yaitu ter-Administratif dan yang satunya adalah ........

Oia ngomongin tentang HMPE ga kerasa sudah hampir satu tahun kita ada dalam keluarga Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonmi 2013. Bagi kami para mahasiswa angkatan 2012 merasa sangat senang dan berbangga hati bisa masuk dalam pengurus angkatan 2013. Kami sangat sengang mendapat bimbingan dari kakak-kakak semua. Kami sangat berterimakasih selama ini telah dibimbing dan dibina dengan baik oleh kakak-kakak senior semua. Kami merasa, jasa baik kalian dalam membimbing kami tak akan pernah kami lupakan.

Banyak hal yang terukir indah di saat kepengurusan. Susah senang kita lalui bersama, defisit maupun surplus juga kita nikmati bersama. Sungguh indah masa-masa di HMPE. Sungguh senang bisa mengenal kalian semua.

Sedih rasanya harus meninggalkan kebiasaan lama, tidur di hima, curhat, kumpul bareng kalian, nyanyi-nyanyi, gila-gilaan bareng, ah pokoknya kalian luar biasa.

Sekre HMPE sudah menjadi kos ke2 kita selama ini. Sungguh HMPE adalah rumah yang yahud. J



(Tea)

Rabu, 13 November 2013

Cerpen : Titik Nolku


Sebenarnya aku sadar bahwa prasasti hidupku akan dimulai dari sini. Hari itu adalah hari dimana seluruh lulusan sekolah menengah ataupun sederajat di Indonesia mempertaruhkan mimpinya. Anehnya hari itu adalah hari dimana aku mengubah haluan hidupku dan berspekulasi dengan masa depanku. Teman-temanku heran dengan pilihanku bahkan keluargaku juga mempertanyakan pilihanku. Dalam hati aku hanya menjawab, “Yang jelas aku mempunyai alasan dibalik pilihanku ini!” Bukan alasan karena aku suka atau karena aku minat di jurusan itu ataupun di universitas itu. Tepatnya karena saat itu aku merasa betapa kerdilnya menghadapi dunia. Oke aku akui alasan itu adalah alasan paling pengecut yang pernah aku miliki. Tetapi, inilah aku. Remaja kelahiran kota kripik yang menyandang nama “Unik Febrianti” dengan alasan yang tidak masuk akal memutuskan untuk merantau dari desa ke kota gudeg. 
***
                Lambat laun, ternyata satu tahun telah berlalu di kota ini. Semua usahaku untuk menyesuaikan diri dan menyeimbangkan ritme hidup baruku disini, di kota ini, di Universitas ini dan di jurusan ini terbayar dengan mendapat IPK cumlaude. Tetapi ternyata, aku tidak menemukan kebahagiaan yang sempurna dengan IPK cumlaude itu. Eiits . . . tetapi jangan salah. Insya allah IPK itu barokah. Hanya saja aku berpikir ada banyak tanggung jawab di balik IPK cumlaude itu. Cukup ucapkan “alhamdulillah” dan selesailah bahagia hari itu. Saat itu juga, aku baru sadar ternyata hatiku masih belum disini.
“Kalau aku pindah jurusan gimana ya?pindah Universitas?”
“Hush ngomong apaan aku! Emangnya duit tinggal ngreok* kaya krikil!” (Semburat bahasa ngapak pun keluar dalam dialog negosiasi diriku).
“Tetapi gimana? Hatiku belum disini! Huuuhh . . .”
“Ayolah bertahan sedikit lagi kali aja kau akan temukan hatimu disini”
Ya wis lah. Sega wis dadi bubur, siki gari kepriwe caraku bae gawe bubur kue dadi bubur sing paling spesial,*”khas dengan logat medhoknya.
***
                Dalam perjalanan menuju tahun kedua kuliahku, dalam pencarian hatiku. Ada banyak hal baru, pengalaman baru, cara pandang baru dan tujuan baru aku temukan disini. Oke ini tempatku sekarang! Siapa aku bukan tergantung dimana aku, tetapi tergantung bagaimana aku! Figthing! :D
***
                Masih soal pencarian hati di kota ini. Tetapi, kali ini lebih sensitif dan kompleks. Setelah curhatan-curhatan yang aku hujamkan ke teman-teman dekatku. Berpuluh-puluh episod sampai mulutku berbuih. Hingga akhirnya, hari ini aku temukan kenyataan yang menamatkan cerita-ceritaku. Menyesakkan dan cukup membuat emosiku membuncah.
***
Pastilah tau kan? Cukup klasik dan ketebak banget. Apalagi kalau bukan masalah cinta dan hari itu aku membutuhkan teman untuk berbagi cerita. Aku pun mengunjungi salah satu teman dekatku namanya Husna. Berharap banget dia bisa menghiburku. Setiba disana.
“Kau tahu?”, tanyaku pada Husna.
“Nggaklah orang kamu ngga ngomong, mana aku tahu,” jawabnya datar.
“Iya juga sih. Kan ceritanya biar suasananya terdramatisir,” jawabku polos.
“Ooh oke fine. Perlu ku ulangin dialognya?” tanya dia dengan muka datarnya.
“Ngga usah deh, ngga lucu juga”
“Terus mau curhat apa?,” seakan hafal banget kalau aku doyan curhat.
“Ngga jadi udahan ah . . . “
“Serius nih? Ntar nyesel loh?”
“Iya, aku pulang ya? Bye . . .”
***
Setengah lunglai aku menapaki jalan pulang. Tetapi, masih ada harapan di hatiku. Harapan menemukan teman untuk berbagi cerita.
Ahaaa . . . aku tau! (senyum nyengir menemukan mangsa).
“Lebih baik aku ke tempat Diah aja ah.”
Setiba disana, “Huaaaa . . . tau ngga Nik”
“Kenapa?,” tanyaku heran.
“Uang bulananku habis!”
“Terus?’Mau ku pinjemin uang?”
“Mau banget. Aku lagi butuh banget nih. Boleh ya?” (Transaksi pun akhirnya berlangsung)
“Ini nih tingkah sok baikku yang terkadang malah merepotkan diri sendiri,” gumamku dalam hati.
“Kamu ada perlu apa kesini, Nik?”
“Ngga ada apa-apa. Yaudah aku pulang yah, jangan boros-boros,” nasehatku setengah hati.
“Huuh. . . ngga ada yang ngerti hatiku nih,” keluhku setengah putus asa.
“Aku kan mau curhat. Eeehh aku malah dijutekin dan yang kedua aku malah mendadak jadi tukang kredit.”
“Hmm . . . ayo berpikir keras,” kataku dalam hati.
“ Oiya masih ada Nanda!” setiba di kos Nanda.
 “Kebetulan banget Nik kamu datang kesini,” sambutnya penuh senyum mencurigakan.
“Sepertinya ada yang tidak beres nih. Haduh kali ini apalagi?,” kataku dalam hati.
“Anterin aku ke toko buku sekaligus belanja bulanan yuk? Bentar aku ambil helm dulu.”
“Tuhh . . .kan bener. Tanpa ba-bi-bu. Tanpa jawaban dariku. Dia langsung main action aja. Betapa kecunya hatiku,” kutukku dalam hati.”
Setelah selesai semua urusannya dan tetap saja urusan pencarian tempat curhatku belum terselesaikan. Aku pun memutuskan bahwa pencarian tadi adalah pencarian terakhirku seusai menjadi tukang ojek untuk temanku. Aku pun pulang dengan langkah terseok.
***
                Setiba di kos, kurebahkan tubuhku di pembaringan. Hatiku panas dan menguaplah semua emosiku. Bak siklus hujan ada evaporasi, kondensasi dan akhirnya hujan alias nangis mewek-mewek. Setelah puas menangis. Negosiasi diripun terjadi.
“Apaan sih. Ngga penting banget aku nangis!”
“Siapa dia? Ngapain juga aku nangisin dia!
“Apa untungnya buatku” (Kapitalis banget nih :D)
“Cukup sampai disini main layang-layangnya!”
“Cukup. Sudah cukup dia menarik ulur hatiku!”
“Udahan aah, sholat dulu!” (beranjak dan mengambil air wudhu).
Dan masih dalam keadaan bersimpuh lengkap dengan kedamaian seusai sholat. Aku mewek lagi. “Huaaaaa . . .”
“Ternyata DIA yang aku butuhkan dan pencarian hatiku pun aku putuskan untuk ku sandarkan pada-NYA”
***
                Sangat yakin akan ku temukan hatiku di kota ini, di Universitas ini, di jurusan ini. Hanya disini. Hanya yakin, yakin, yakin, yakin, . . . dan yakin yang menguatkanku dan akan menemani pertahananku sampai akhir. Hari ini juga adalah hari dimana aku memutuskan bahwa disini dan saat inilah titik nolku akan ku telusuri. Masih banyak dan perlu banyak belajar lagi tentang hidup termasuk atmosfer di dalamnya cinta, mencintai dan dicintai. Sangat yakin kota ini akan menahan hatiku dan memberikan sejuta alasan untuk ku bertahan disini.
*duit tinggal ngreok = uang tinggal ngambil
Ya wis lah =ya sudah lah
 Sega wis dadi bubur = nasi sudah menjadi bubur

 siki gari kepriwe carane nyong bae gawe bubur kue dadi bubur sing paling spesial = sekarang tinggal bagaimana caraku saja membuat bubur itu menjadi bubur yang paling spesial.

(Based on true story from 'unik')

Selasa, 05 November 2013

Hidup itu berlayar

Kenapa kita malas belajar?
Karena kita tidak tahu untuk apa dan mengapa kita belajar.
Kenapa kita malas berorganisasi?
Karena kita tidak tahu untuk apa dan mengapa kita ikut organisasi.

Memangnya kenapa? Ya karena kita belum mempunyai niat yang kuat.
Kok bisa? Karena tujuan kita masih bersifat abstrak.

Tujuan sangat diperlukan sebagai peta ancang-ancang ke mana arah kita melaju. Hidup bagaikan pelayaran di atas samudera. Penuh ombak dan badai.  Ke manapun kita melihat, hanyalah lautan biru beratapkan langit. Jika kita tidak mengerti apa yang kita cari, kita hanyalah segumpal daging yang terombang-ambing dalam ombak dan badai kehidupan.

Tujuan hidup seseorang belum tentu sama dengan yang lainnya. Inilah yang membedakan jalur pelayaran serta harta karun yang mereka dapat. Tuhan itu Maha Adil. Ia berjanji akan memperkenankan  do’a hambanya, seperti dalam firman QS. Al-mu’min ayat 60. Ini yang perlu kita renungkan jika ada orang lain yang sekiranya lebih sukses dari kita. Jangan-jangan, tujuan yang kita punya tidak didukung dengan niat sekuat niat mereka. Jangan-jangan, do’a yang kita panjatkan tidak seserius do’a yang mereka panjatkan.

Hey, saya mempunyai tujuan dan berdo’a. Kenapa tidak berhasil?
Emm.. seberapa keras usahamu?
Sudahkah berbaik hati kepada ciptaan Tuhan yang lain?
Seberapa banyak harta yang kau sedekahkan untuk mendukung keinginanmu?
Jika belum juga berhasil, mungkin saja : Dia memberikan yang kamu butuhkan, atau dia mengalihkan do’amu ke sesuatu yang lain seperti pengampunan dosamu.

Saya bukanlah seseorang yang pandai agama. Saya hanya ingin membagikan pengalaman yang saya punya : “Kita tidak akan tertarik jika kita tidak mengenalnya. Kita tidak merasa butuh karena kita tidak tertarik”. Entah itu untuk urusan pasangan, organisasi, jurusan dsb.
 
Coba renungkan baik-baik. Seberapa sering kita merasa malas terhadap pasangan kita, organisasi kita, atau mendalami materi yang kita pelajari di jurusan kita? Tanyakan pada hati nurani apakah yang sebenarnya ia cari. What the hell goal of our life? Say it loudly!

Jika kita tidak mendapatkan apa-apa dari yang selama ini kita jalani, itu semua bukan salah system atau berkah Tuhan. Itu semua salah kita. Setiap perlajanan kehidupan mempunyai banyak sirat makna dan pos-pos peningkatan kualitas diri. Mungkin saja kita tidak mengerti apa yang sebenarnya kita cari, lalu kita mengabaikan sirat makna dalam kehidupan kita. Pada akhirnya kita lupa bagaimana cara meningkatkan kualitas diri kita.

Itu salah siapa?
Itu karena kelalaian kita!
Bukankah kita mempunyai hak penuh atas diri kita?
Bukankah semuanya tergantung dari manajemen diri kita?
Bukankah dunia merupakan ladang cobaan iman kita?
Can we survive or not?


Hmmm..semuanya akan sia-sia jika hanya di mulut saja. Mari bangkit! Kita sudah tertinggal jauh sedangkan waktu kita semakin berkurang. Confucius said : “I hear and I forget. I see and I believe. I do and I understand”. Saling mengingatkan yaa J(Thi)

Sabtu, 05 Oktober 2013

Persiapan Indonesia dalam Menghadapi AEC (Asean Economic Community)

ASEAN Economic Community (AEC) akan menjadi tujuan dari integrasi ekonomi regional pada tahun 2015. “Proker” yang sudah dibahas sejak tahun 2009 lalu itu tinggal sebentar lagi lho ya. Tujuan idealnya tercetus sejak tahun 1997 yang tercermin dalam Visi ASEAN 2020 yaitu mewujudkan kawasan yang stabil, makmur dan berdaya saing tinggi dengan pembangunan ekonomi yang merata yang ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan dan perbedaan sosial ekonomi.


Namun apakah cita-cita AEC tersebut dapat dengan mulusnya diterima masyarakat ? dengan adanya AEC ini mau tidak mau, suka tidak suka para pengusaha (terutama UMKM) pada 2015 harus  ikut  “bertarung” menghadapi liberalisasi dan integrasi ekonomi Asean. Padahal sebagian besar pengusaha UMKM belum mengetahui adanya AEC.  Jika masyarakat pengusaha (menengah-kecil) saja tidak mengetahui akan ada economic border less country dalam bungkus AEC, apalagi masyarakat biasa yang nota bene nantinya bakal menjadi obyek pasar terbuka Asean. Sudahkah pemerintah memperhatikan masalah ini. Sementara 2015 sudah semakin dekat. Belum lagi pada 2014 masyarakat akan terkonsentrasi pada hiruk-pikuk pemilihan umum legislatif dilanjutkan pemilu presiden. Kesepakatan pelaksanaan AEC ini diikuti oleh 10 negara anggota Asean yang memiliki total penduduk 600 juta jiwa. Sekitar 43% jumlah penduduk itu berada di Indonesia. Artinya, pelaksanaan AEC ini sebenarnya akan menempatkan Indonesia sebagai pasar utama baik untuk arus barang maupun arus investasi. Dalam konteks arus barang, sudahkan barang-barang lokal nasional mampu bersaing melawan produk-produk unggulan dari Thailand, Vietnam, Filiphina, Brunei darussalam, dan Malaysia, baik dari sisi harga maupun kualitas.

Tentu saja selalu ada keuntungan yang didapat dengan adanya AEC bagi negara-negara anggotanya termasuk Indonesia. Pengusaha Indonesia dapat menawarkan barang produksinya tanpa harus ada syarat yang rumit. Para investor juga akan lebih tertarik unutk menanamkan investasi di Indonesia. Sosialisasi yang harus dilakukan oleh pemerintah dalam konteks persiapan AEC hendaknya tidak semata mengenai cara-cara menembus pasar Asean, tapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana pengusaha kita bisa bertahan di pasar lokal di tengah besarnya arus barang dari Asean. Pola-pola seperti MEE, misalnya penyatuan mata uang, harus dihindarkan dalam AEC.

Tidak perlu ada mata uang Asean Dolar, atau bursa tunggal Asean Stock Market (Asean Stock Exchange). Tidak perlu juga dibentuk Asian Interbank Spot Dollar Rate (Aisdor). Arahkan konsep AEC sebagai sebuah komunitas ekonomi yang kuat saat menghadapi Jepang, Korea dan India, misalnya. (rodiah)

Jumat, 04 Oktober 2013

Enaknya apa?

MEMBERI atau MENGHUTANGI ?????

Malam ini gw mau nulis tentangg... emmm sesuatu yang sempat lama bersarang di otak gw. Bahkan mempengaruhi sendi kehidupan gw dan menjelma menjadi kepribadian. Sampai pada suatu titik gw menganggap semua ini ngga adil. Okay, kini gw temukan jawaban.
Dulu, gw pepatah itu sebenernya siapa) “kalo lo mau dihargain orang lain, lo juga harus menghormati orang lain”. gw pegang tu mantra, kapanpun dan di belahan bumi manapun gw berada. Gw selalu berpikir kalau gw pengen orang lain care sama gw, maka gw juga harus care sama mereka. Kalao gw pengen orang lain ramah sama gw, berarti gw juga harus ramah sama mereka.
SEOLAH SEMUANYA AKAN OTOMATIS BERBANDING LURUS. Tapi itu bullshit. Bohong!!
Bosen gw baik sama orang. Gw udah pasang tampang ramah, eh doi ngeselin. Ngga ngehargain gw sama sekali. Rasanya tu “najis banget” buat memulai kebaikan kalo tau balasannya kaya gitu. Gw udah coba ga itungan sama orang, gw coba sebisa mungkin mbantu mereka kalo lagi susah. Tetep ada aja orang-orang ngeselin yang ngga tau diri. Haruskah gw menjelma jadi orang yang sama sama ngeselin biar semua adil?
Hidup bersama orang banyak tentu akan banyak pula karakter yang bakal kita jumpai. Dari beberapa orang ngeselin ngeselin itu, ada juga segelintir orang-orang baik. Baik banget malahan. Gw aja sampai heran, kok bisa ada orang sebaik itu, sedangkan di belahan bumi lain orang orang mulai bertransformasi menjadi sangat jahat.
Alhasil, terbentuklah pribadi gw yang memperlakukan orang lain berdasarkan apa yang mereka dulu lakukan. Lo jual gw beli. Lo baik, gw baik. Tapi kalo lo ngajak main jahat gw jga siap. Cuman efeknya gw jadi org yg ngga mau membuka diri. Harus dipancing dulu. Dan yang jelas ketika gw bertemu orang jahat, jiwa gw dipenuhi sama rasa benci. Asli, ga enak banget.
Setelah lama berpetualang, ombak kehidupan menghanyutkan gw mendarat menuju pesisir cinta. Syukur deh, hati gw hidup kembali. Gw mulai mengenal dan bergaul dengan orang-orang yang berhati emas. Dari situ gw jadi mikir tentang “KETULUSAN” sama “KEBAIKAN”.

Bahwa kebaikan harus ditunaikan dengan ketulusan. Berbuat baik itu, bukan karena ingin dibalas dengan kebaikan. Berbuat baik itu “diberikan”, bukan “dihutangkan”. Iya kan? :)
Bagaimanapun mereka, kita harus selalu menebarkan kebaikan dengan sesama. Gw juga lagi berusaha nih, makanya melalui tulisan ini gw ngajak temen temen :)
Intinya, ketika kita memberi energi positif pada orang lain, berikan itu sebagai hadiah. Cukup yakin Tuhan yang membalasnya.
Kalo kita senyum sama orang, tapi doi ga bales senyum, jangan marah. Tidak masalah. Kita kan Cuma memberi senyuman, bukan menghutangi senyuman :) :) :)
(Riska DA).

Bersyukur

Kamu ganteng, kamu cantik, aku bahagia bisa bersama kalian :)

Aku yakin BANGET, Tuhan memberikan kebahagiaan pada setiap orang dalam porsi yg sama walaupun wujudnya berbeda-beda. ada yg bahagia karena memiliki orang tua yang penyayang, ada yang bahagia karena memiliki pendamping hidup yang nyaris sempurna, dan sebagainya. tinggal bagaimana cara kita mampu membuka celah kebahagiaan tersebut. mampukah kita melihat sesuatu barang sesepele apapun menjadi kebahagiaan. syukuri apa yang kita miliki. niscaya hidupmu akan bahagia.
orang yang merasa susah, itu karena dia lupa bersyukur. lupa atau tidak mau bersyukur itu sama dengan lupa atau TIDAK MAU membuka jalan untuk bahagia.
aku, Riska Dwi Astuti, merasa HIDUPKU SANGAT BAHAGIA. aku tidak secantik luna maya, aku tidak seseksi syahrini, akupun tidak sepandai habibie. Hidupku biasa saja, tidak berlimpah harta tidak pula dikerubungi dan di puja-puja kaum adam. aku makan nasi sayur lauk. tidak minum susu dan makan keju setiap hari. aku tidak punya piala tanda prestasi tidak pula sertifikat penghargaan atas bakat. TAPI aku sangat bahagia :) AKU PUNYA CARAKU UNTUK BAHAGIA. bukan harta bukan pujian orang lain bukan pula keindahan fisik semata. aku sangat bahagia :)
jangan pernah menutupi jalan untuk bahagia. BERSYUKURLAH J
terkadang kita perlu waktu kusus untuk menyadari betapa besar anugerah yang tuhan berikan kepada kita. Kadang aku juga perlu menutup mata sejenak untuk bisa lebih mendengarkan orang lain.
bagiku semua laki-laki itu ganteng dan setiap wanita itu cantik.
Menurutku, setiap wanita itu memiliki cantiknya masing-masing dan setiap laki-laki itu mempunyai ganteng mereka masing-masing.

Diam diam aku seneng ngeliatin wajah orang-orang di sekitarku. Hehee. Kali ini aku serius, setiap orang memiliki KETAMPANAN DAN KECANTIKAN MASING-MASING. Syaratnya, lihatlah hati mereka dengan hati kita J aku jamin, kalo udah kenal hatinya, kecantikan ataupun ketampanan fisik mereka akan terpancar dengan sendirinya J J J

Kamis, 12 September 2013

ESSENS : Penurunan Nilai Tukar Rupiah


Pakar ekonomi memperkirakan bahwa penurunan nilai rupiah bisa mencapai Rp 13.000 per dollar. Dan akan jadi Rp 10.000 pada kuartal kedua di tahun depan (2014) tepatnya jika pasar menyukai tim ekonomi setelah pemerintahan yang baru, setelah pemilihan umum 9 April tahun depan. Selain itu, kenaikan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) juga akan menguatkan rupiah., sehingga memperkecil deficit transaksi berjalan dengan ditekannya inflasi.

Nilai rupiah yang lesu terhadap dolar Amerika menimbulkan banyak dampak bagi perekonomian masyarakat. Banyak ekonom yang mengatakan bahwa lemahnya nilai tukar rupiah kali ini adalah yang terparah dalam empat tahun terakhir.

Banyak pihak yang dirugikan akan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Diantaranya adalah :
1.      Yang pertama adalah importir. Importir dirugikan karena importir sangat bergantung dengan barang-barang dari luar negeri. Importir akan membayar dengan mata uang yang telah disepakati, yang tentunya adalah dollar AS. Jika nilai tukar rupiah melemah terhadap dollar berarti importir harus mengeluarkan uang lebih untuk membayar barang yang mereka impor dari luar negeri.
2.      Selanjutnya adalah pemilik hutang luar negeri. Jika seseorang, perusahaan, lembaga atau instansi yang memiliki hutang luar negeri pasti akan kesulitan dalam mengembalikan hutang luar negerinya. Karena nilai rupiah yang semakin lemah akan menambah beban atau hutang mereka walaupun nilai hutang mereka dalam bentuk dollar itu tetap, namun untuk membayarnya harus menukarkan rupiah yang sedang lemah dengan dollar, maka itu akan menambah beban mereka.
Tetapi didalam gejolak ekonomi yang sedang terjadi karena penurunan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Ada beberapa pihak yang diuntungkan juga loh. Diantaranya :
1.      Yang pertama adalah pemegang uang dollar AS tentunya. Karena jika kita memiliki dollar AS yang banyak, dan ditukarkan dengan rupiah pada saat nilai rupiah turun, kita akan mendapat lebih banyak keuntungan dengan menukarnya ke rupiah.
2.      Selanjutnya dalah eksportir. Karena eksportir memproduksi barang di dalam negeri dengan biaya rupiah, saat dijual ke luar negeri, eksportir akan mendapatkan kontraprestasi berupa dollar yang nilainya lebih tinggi daripada saat mereka memproduksi.
3.      Terakhir adalah sektor pariwisata. Turunnya nilai rupiah menyebabkan pemegang dollar relatif lebih kaya di Indonesia. Sehingga akan banyak turis mancanegara yang memiliki dollar berwisata di Indonesia yang biayanya lebih murah karena dollar yang dihargai sangat tinggi di Indonesia.
Bila tidak diatasi, dampak dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar akan menyebabkan krisis ekonomi. Masyarakat harus ikut andil dalam usaha memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dollar dengan cara mengkonsumsi barang dalam negeri, bukan dengan memperkaya diri sendiri dengan menukarkan dollar yang dimiliki, yang justru akan memperparah keadaan.
Pemerintah juga harus senantiasa berusaha menekan impor agar pengeluaran negara menjadi berkurang serta  memandirikan perekonomian negara. (tea).